Ketidakberhasilan ialah hal yang wajar berlangsung pada manusia. Bahkan juga setiap harinya ada selalu peluang tidak berhasil yang bertandang ke. Kasus cinta, pekerjaan, sampai kehidupan pribadi; ada saja yang kemungkinan membuat kamu sedih atau sakit hati.

Terutamanya untuk kamu yang lagi berusaha untuk karier, ketidakberhasilan semestinya jadi hal yang kamu mememahami. Toh tidak ada arti “jalan bebas kendala” untuk capai keberhasilan. Tentu ada peristiwa “jatuh bangun” yang perlu dilalui hingga jangan kamu berduka apa lagi berserah. Dan dari demikian macam perjuangan ini, kemungkinan satu atau beberapa salah satunya juga pernah kamu mainkan.

Pernah dengar hal sama dari kakak angkatan, dosen, saudara, atau rekan yang telah terlebih dulu lulus? Ya, memang betul apa yang mereka ucapkan. Mungkin waktu kuliah kamu bisa menyambat waktu dosen menampik idemu, dosen susah dijumpai atau dikontak, dan lain-lain.

Tetapi saat kamu lulus dan harus bekerja, tidak boleh berharap kamu dapat menyambat. Kamu akan hadapi profesionalisme kerja dan seluruh ketentuan perusahaan. Tidak itu saja, habis lulus kamu dituntut bertanggungjawab atas diri kita, mulai pikirkan membalas beberapa jasa orangtua, sampai kemauan untuk selekasnya menikah.

Kadang pada awal kelulusannya, beberapa orang masih kerap bingung akan opsi kerjanya. Bisa saja sebab belum betul-betul memahami apa sebagai ketertarikan dan talentanya, masih berasa keterampilannya kurang, atau beberapa opsi karier tidak disepakati orangtua.