Lulus cepat tetapi tidak juga mendapatkan pekerjaan, tidak sanggup bayar bill sebab besar pasak dibanding tiang, atau permasalahan remeh seperti tidak dapat pulang sebab terjerat hujan. Tiap orang tentu mempunyai permasalahannya semasing. Juga dengan pecahkan permasalahan itu supaya bisa “naik kelas” dan menjejaki tingkat hidup yang baru. Ada yang perlu ditolong seseorang, ada juga yang semakin nyaman merendam permasalahannya sendirian. Sama seperti yang saat ini kamu alami. Kamu seringkali menyendiri lalu pikirkan masalah-masalahmu tanpa pengin ada orang yang lain menolong.

Bukan, kamu bukanlah tidak punyai rekan. Jumlah temanmu bahkan juga telah tidak dapat dihitung dengan jemari karena sangat jumlahnya. Tetapi kembali lagi, kamu cuman berasa semakin nyaman waktu masalahmu ini cuman kamu yang rasakan sekalian cari jalan keluarnya. Untukmu yang semakin nyaman merendam permasalahan seorang diri, beberapa hal ini tentu sudah kerap kamu akrabi. Tenang, kamu tidak sendiri. Tentu ada beberapa orang yang sembunyi-sembunyi bertanding seorang diri sepertimu ini.

Buatmu beberapa hal yang terhitung privacy bukan sebatas nominal upah, berapa banyak bekas yang pernah kamu kekasihi, sampai jumlah bill yang perlu kamu bayar setiap bulannya. Tetapi beberapa masalah dalam kehidupan termasuk juga privacy buatmu. Sebab terhitung dalam soal privacy, kamu selalu tutup rapat-rapat tiap permasalahan yang kamu alami. Mengobralnya juga benar-benar tidak pernah tebersit dalam benakmu. Walau kadang bahumu telah labil sebab permasalahan yang kamu emban ini berasa berat sekali.

Kamu mengapa sich?

Tidak kok, saya tidak apa-apa.

Jadi seorang yang merendam permasalahannya sendiri untukmu dekat dengan “saya tidak apa-apa kok.” Meningkatkan senyuman palsu juga lebih gampang dilaksanakan dibanding menjelaskan apa yang sesungguhnya berlangsung. Sedapat mungkin kamu usaha untuk nampak baik saja. Walau sebenarnya jauh dalam lubuk hati dan pikiranmu, kamu sedang berusaha keras untuk mengakhiri masalahmu itu.