Kamu memang tidak dapat membuat seluruh orang senang padamu. Ada saatnya kamu harus terima dari orang yang berasa tidak senang padamu-meski hal tersebut benar-benar tidak dibetulkan. Saat ejekan tiba padamu, sakit hati sudah tentu kamu alami. Tetapi jangan sampai buat jadi hal itu selaku beban yang menghalangimu untuk berkembang.

Kamu bisa juga membaca artikel yang dipersonalisasikan berdasar ketertarikan kamu,

mengikut penulis favorite, dan tema yang paling dicintai.

Kamu bisa disepelekan saat ini. Kamu bisa sakit hati. Tetapi buat jadi itu selaku penyebab semangatmu. Untuk menunjukkan ke mereka yang pernah menyepelekanmu, jika kamu sama kuatnya dan makin lebih sukses dari mereka.

“Bodo sangat sang lu!”

“Eh, tidak boleh deket-deket! Najis gue deket sama lu,”

Pikirkan saja bagaimana sakitnya ketika berada orang yang bicara semacam itu padamu. Rasanya terang membuat sakit hati dan perih. Yang membuat kesel kembali, saat kamu ngelawan dan balas hinaannya, kamu akan terkena bully yang lebih luar biasa kembali. Jika sudah begitu kamu dapat apa?

Ini berasa berat, tetapi kamu perlu tulus dalam menerimanya. Dibanding geram-marah dan membuat tingkah, malahan kamu akan bully yang lebih edan kembali. Tenang saja, umumnya bila kamu malahan sabar, mereka akan mundur sendirinya kok. Kalaulah mereka tidak mundur, kesabaranmu akan berbuah kok nanti. Yah, memang tidak langsung saat ini sich. Tetapi tidakkah ada peribahasa: orang sabar disayang Tuhan. Percaya, Tuhan akan memberi imbalan.