Salah satunya watak yang terdekat dengan angkatan kita ialah kecondongan mengagung-agungkan spirit. Bahkan juga terkadang spirit dipandang segala hal. Kita yakin jika uang bukan agunan, memburu mimpi jadi satu kewajiban. Ketidakberhasilan bukan dipastikan dari mapan atau tidaknya kamu. Malah tidak berhasil ialah terjerat di kubikel kerja dan kerjakan hal sama sehari-harinya.

Saat sebelum kamu memikir untuk tinggalkan apa yang telah kamu punyai, coba memikir untuk kali ke-2 . Tuntutan hidup yang serba naik ini tuntut kita menjadi sesuai kenyataan. Sebab spirit belum pasti jadi jawaban atas tagihan-tagihan yang perlu dibayarkan. Saat sebelum kamu menyambat terus menerus sebab menganggap tidak berhasil tidak dapat bekerja sesuai dengan spirit, lebih bagus pikirkan beberapa hal ini dahulu.

Spirit dalah hal yang paling memusingkan. Jika kamu dengar kata beberapa motivator populer, semua nampak gampang. Kamu perlu mendapati apa yang kamu gemari, suatu hal yang kamu ikhlas kerjakan berkali-kali kali tanpa jemu. Tetapi faktanya, beberapa orang yang tidak paham apa passion-nya yang sesungguhnya. Suatu hal yang ia kira spirit, menjadi menjemukan dan mendesak di satu waktu jika kamu terus menerus melakukannya.

Lalu apa itu bisa disebutkan spirit? Sebab mendapati spirit itu tidak gampang, dan kamu bahkan juga belum punyai bayang-bayang apa yang pengin kamu kerjakan, kenapa harus berserah pada ketidakjelasan? Walau hidup memang tidak jelas, tetapi jika yang telah ada sekarang ini pantas ditempuh, kenapa harus stop di sini?

Sesaat hidup di dunia terang memerlukan ongkos. Lantas kamu bisa menjadi pengangguran dan kembali memberatkan orangtua. Dahulu kamu depresi sebab pekerjaan, sekarang kamu depresi sebab tidak punyai pekerjaan. Yang mana menurutmu lebih bagus?