Page 3 of 6

Dear Anak Sulung dalam Keluarga, yang Dituntut Selalu Dewasa Meski Belum Waktunya

Tidak gampang memang memiliki gelar anak sulung dalam keluarga. Semenjak kecil, kamu diberikan orangtua untuk tumbuh bisa lebih cepat dewasa dibanding saudara-saudaramu yang lain. Ada persetujuan yang automatis jika satu hari kelak, kamulah yang akan terima tongkat estafet dari mereka untuk menjaga dan jaga keluarga.

Terkadang kamu berangan-angan bagaimana rasanya tidak jadi yang paling tua dalam keluarga. Kamu pengin dapat sesaat bermanja-manja dan ogah-ogahan. Pengin punyai saudara yang umurnya jauh di atasmu memberi uang tambahan untuk sebatas jajan atau menambahkan pundi tabungan.

Tetapi faktanya kamu teruslah anak pertama, dengan bermacam tanggung jawab yang tertumpuk di pundak. Kamu mempunyai segudang keharusan ini-itu. Kamu tidak dapat semaunya sendiri lakukan beberapa hal yang sesungguhnya kamu harapkan, sebab harus menjadi figur yang dapat diikuti dan dibanggakan. Tetapi biarlah, lalui saja, toh status selaku anak tertualah yang sudah menjadikanmu diri kamu yang sekarang ini.

Jadi anak yang lahir pertama kali dalam keluarga sesungguhnya membuat sikap yang lebih dewasa dibanding adik-adikmu. Kamu ialah saksi jatuh bangun perjuangan orangtua. Bahkan juga, dapat disebut kamu yang paling memahami riwayat dari Ayah dan Ibu. Kamu pahami bagaimana kesulitan yang mereka rasakan waktu keluarga kalian belum juga semapan saat ini. Saat semua adikmu bersenang-senang sebab belum juga memahami, kamu telah pikirkan bagaimanakah cara agar roda ekonomi keluarga masih berjalan.

Ya, berumur lebih tua dan pahami kesusahan orangtua sanggup membuatmu jadi individu yang lebih dewasa. Kamu juga terlatih menyempatkan diri, tenaga, dan pemikiran untuk ikut pikirkan kehidupan keluarga yang akan datang. Tetapi sesungguhnya, biasa berlaku dewasa semacam ini malah akan membuat hidupmu jadi lebih gampang sebab kamu lebih sensitif membaca kondisi dan situasi yang berada di sekelilingmu.

Tak Perlu Menyalahkan Tuhan Saat Cobaan Datang. Bukankah Itu Pertanda Kalau Ia Sayang?

Selaku manusia kamu pasti pernah melalui hari di yang mana kamu harapkan hanya diam diri di kamar. Semangatmu mengempis, merendam permasalahan yang seakan tidak punyai jalan keluar. Waktu itu kamu memahami, merendam permasalahan ialah seperti hadapi sunyi. Walau beberapa orang di sekelilingmu bersimpati, cuman kamulah yang pahami beratnya masalah yang kamu hadapi; dan tidak disangkal, ini membuat kamu berasa sendiri.

Kamu diminta ajukan bertanya: mengapa Tuhan berlaku ingkar pada hamba yang selalu lakukan apa yang Ia meminta? Kenapa tidak dia beri saja hukuman itu pada manusia yang lain tidak setaat diri kamu? Kenapa Dia wafatkanmu sendiri? Ke mana Dia pergi waktu diri kamu terima masalah seberat ini?

Kamu bisa berasa sedih sebab perancangan hidup yang sudah diatur demikian rapi tidak berjalan seperti gagasan. Kemungkinan apa yang sudah direncanakan sejauh ini buyar sebab masalah yang tiba. Suatu hal yang kamu mimpikan dan upayakan tidak berhasil sebab satu kondisi. Selaku manusia rasanya lumrah jika kamu berasa geram karena itu. Tidak bakal ada yang menyalahkanmu karenanya semua.

Tetapi jika ingin melihat kembali, sebenarnya tiap masalah yang tiba ialah langkah Tuhan supaya kita makin dekat sama kedewasaan. Dia ingin kita belajar menjadi manusia yang sebagus-baiknya dengan kirim permasalahan tanpa kita sangka. Keinginan terakhir kalinya ialah hambanya jadi individu yang serupa saja sehari-harinya. Jadi syukurlah atas tiap rintangan yang tiba: kamu ialah figur yang diputuskannya menjadi juara.

Tiap manusia yang hidup di dunia pasti mempunyai permasalahannya sendiri. Di luaran sana, sekarang ini kemungkinan ada seorang sedang bertemu dengan permasalahan yang semakin besar. Ya, bila dibanding dengan yang kamu menghadapi bisa saja suatu hal yang lebih memilukan berlangsung pada tempat berlainan. Karenanya cepatlah hapus air mata untuk hadapi persoalan dengan hati yang besar.

Ini yang Saya Lakukan Saat Semua Mantan Telah Menikah dan Hidup Single Harus Tetap Berjalan

Tidak berasa waktu bergulir demikian cepat. Umur yang makin bertambah rupanya bersama-sama dengan berita beberapa bekas sudah menikah. Lucu dech. Ada yang mengundang, ada pula yang tidak. Ah, ingin bagaimana juga mereka hanya bekas– orang yang pernah dekat dan tiba cuman sesaat di kehidupan.

Masa lampau sudah melalui. Tetapi, menempelnya cap diri saya selaku bekas mereka seolah tidak pernah raib. Ya telah, toh cerita dengan mereka telah lama melalui. Beberapa bekas juga sudah buka perjalanan baru dengan pasangannya. Begitu juga saya – yang perlu teruskan hidup dan nikmati tiap detiknya jadi single dengan kerjakan 6 hal bermanfaat ini.

Mengawali hari selaku single di umur masak ucapnya berat. Ah, faktanya benar-benar tidak. Faktanya, saya sukses lewat hari-hari single dengan penuh sukur. Saya belajar untuk jalani hidup dengan sebagus-baiknya. Yang saya kerjakan sanget sederhana – diawali pada melatih diri berkata sukur dalam hati dan lewat perkataan kecil saat terjaga pada pagi hari. Sekalian menggeliat manja di kasur tercinta dan menghela napas sesaat, tanpa diakui aktivitas simpel ini bermanfaat sekali. Sebab hal tersebut selaku bentuk terima kasih pada periode lalu dan atas segalanya yang saya punyai. Saya juga mengawali hari dengan nyaman sekali.

Jika bisa bernostalgia sesaat, kelihatannya masa lampau penuh kebatasan. Ada beberapa aktivitas yang saya gemari dahulu bentrokan dengan perkataan kekasih. Ingin jalanan ke pantai tidak bisa kelamaan. Ingin makan ini dan itu di tepi jalan dilarang. Duh, baru kekasihan kok banyak ketentuan? Nah, berikut waktunya saya bermesraan kembali dengan beberapa hal yang disukai sejak dahulu. Tanpa yang repot protes panjang lebar, sekarang saya dapat sesenang hati kerjakan apa saja yang saya ingin. Sepanjang masih juga dalam step lumrah dan tidak aneh-aneh, mengapa tidak? Hidup rasanya percuma jika dihabiskan untuk pikirkan perkataan orang.

Ternyata Begini Rasanya Jadi Anak yang Punya Tanggung Jawab Lebih Besar dari Teman Seumuran

Ketika rekan seumuranmu repot jalankan work hard play hard, kamu cuman dapat tersenyum kecut sambil mengelus dada. Karena apa yang kamu rasakan sekarang ini benar-benar berlainan sama mereka. Di usia yang hampir serupa, kamu harusnya megar pekerjaan yang semakin besar. Kuliah sekalian kerja untuk menolong keberlangsungan adik-adik sekolah. Sampai di dalam rumah juga kamu telah dinanti banyak pekerjaan rumah. Belum juga beberapa angsuran yang penting kamu lunasi supaya keluargamu dapat hidup sedikit semakin nyaman. Mengemban tanggung jawab sebesar ini untukmu berasa 24 jam dalam satu hari tidak cukup untukmu. Dalam satu minggu, dapat dihitung dengan jemari kapan kamu dapat tidur pulas sebab kecapekan membanting tulang sendiri.

Punyai tanggung jawab yang semakin besar dibanding rekan-rekan seumuran memang tidak gampang ditempuh. Bersama tulisan ini, kamu pengin share bagaimana rasanya bertanggung jawab yang kemungkinan begitu besar bila disaksikan dari umurmu sekarang ini. Siapa tahu dengan share, beberapa orang dengan tanggung jawab besar sepertimu tidak berasa sendirian kembali.

Semenjak duduk di kursi sekolah, kamu tidak dekat dengan merajuk saat kemauan tidak diwujudkan. Kamu malah diberikan ke-2 orangtua untuk dikit demi sedikit cari beberapa pundi untuk kemauanmu sendiri. Juga waktu kuliah, kamu tidak sempat pikirkan ingin jalanan ke mana di berlibur semester. Kamu malahan direpotkan dengan beberapa pekerjaan parttime sebab adik-adik di dalam rumah telah mintamu bayar uang sekolah. Semenjak kecil pikiranmu memang tidak pernah simpel. Kamu telah terbenam dengan pahit getir perjuangan dan tanggung jawab yang ikut dibagi dari bahu orangtua.

Alasan Tak Perlu Minder dengan Pekerjaan Teman yang Terlihat Nyaman dan Mapan

Waktu kumpul dengan rekan-rekan lama, kamu tentu menemui beberapa rekan yang telah nampak mapan dengan bermacam latar pekerjaan. Dimulai dari pebisnis, karyawan swasta sampai pekerjaan yang menurutmu begitu nyaman untuk ditangani sekalian memperoleh pendapatan. Rasa mindermu juga saat itu juga tampil, membentengi diri kamu untuk meneruskan percakapan sama mereka.

Tidak stop disana, kamu juga buka satu-persatu sosial media teman-temanmu barusan, apa sich yang mereka kerjakan sejauh ini? Tetapi pada akhirnya rasa keinginantahuanmu malah jadi parah rasa mindermu. Makin dalam kamu meliat isi sosial media mereka, makin terbenam dalam rendah diri. Karena di antara bekerja dan senang-senang, benar-benar tipis sekali bedanya.

Sesungguhnya kamu tidak perlu kurang percaya diri sampai malas berhubungan dengan temanmu itu. Apa lagi karena hanya upload yang penuhi baris periode di sosial media. Jika rasa kurang percaya diri terus menggerusmu, ada 7 ini yang dapat tolong kamu meningkatkan tingkat keyakinan diri kamu.

Apa yang kamu saksikan di sosial media, tidak seutuhnya sama dengan fakta. Terhitung pekerjaan temanmu yang kamu kira lebih membahagiakan. Kamu juga pada akhirnya kurang percaya diri sebab menganggap tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Tetapi kamu perlu tahu, saat sebelum tempati kerjanya saat ini, tentu temanmu juga pernah merasakan peristiwa berdarah-darah waktu melalui kariernya. Jadi basmi rasa rendah diri kamu itu saat ini juga. Karena kamu juga dapat ada dititip yang kamu kira mapan seperti temanmu, asal ada kemauan dan usaha untuk berkembang.

Dapat disebut, tidak ada yang gratis di bumi ini., terhitung pekerjaan yang kamu mainkan saat ini. Tidak ada pekerjaan langsung nikmat tanpa berusaha. Bisa saja apa yang sejauh ini kamu saksikan di sosial media temanmu, cuma beberapa kecil dari serunya kerjanya. Kan mustahil peristiwa ia bergadang untuk koreksi dari client yang membuat jasmani rohani kecapekan dibagi di media sosialnya. Oleh karena itu, masih begitu awalnya untuk memberi predikat jika pekerjaan temanmu membahagiakan. Apa lagi untuk kurang percaya diri, rasanya kok sangat sayang.

8 Sinyal Remeh Kalau Kamu Sedang Stress. Sudah Saatnya Lebih Perhatian ke Diri Sendiri

Kesadaran manusia dimisalkan selaku gunung es di tengah-tengah lautan. Timbulnya cuman sepucuk saja, sesaat di permukaan air laut, sisi gunung yang semakin besar dan beresiko terselinap. Hanya puncak kecil itu kamu dapat mengenal badanmu sendiri. Ada saatnya, kamu sakit flu, pusing, dan banyak yang lain, bukan lantaran ada mekanisme yang keliru dari badanmu, tetapi yang memiliki masalah ialah pikiranmu. Kadang kamu berasa baik saja, tetapi rupanya badanmu mengetahui stress tingkat tinggi yang lagi kamu alami.

Sesungguhnya, badanmu dapat memberi sinyal-sinyal genting saat kamu telah datang di tingkat batasan. Tetapi sebab jumlahnya pekerjaan yang kamu bereskan, pertanda itu biasanya tidak kamu ketahui. Sampai pada akhirnya, badanmu berontak dan kamu roboh di saat darurat. Genting kan? Karenanya, saat sebelum telat, ketahui sinyal stress yang kerap kamu acuhkan ini.

“Kok saat ini kamu tidak pernah turut jalan ke mall kembali sich, Niss? Dahulu kan kamu yang paling semangat jika ada midnight sale.”

“Hah? Hmm… iya nih, tidak tahu. Malas sekali ingin keluar malam-malam.”

Perombakan ketertarikan yang tidak terang adalah pertanda stress yang perlu kamu cermati. Bukan bermakna jika tiap perombakan ketertarikan dalam satu hal sudah tentu kamu stress, tetapi perombakan yang mendadak dan tanpa argumen kemungkinan harus mulai kamu pikir. Beberapa hal yang dahulu menarik perhatianmu, dan jadi hobymu, dapat menjemukan di satu waktu. Tetapi juga bisa itu sinyal mood-mu sedang pada keadaan yang jelek, hingga beberapa hal yang dahulu membahagiakan sekarang kehilangan daya magnetnya.

Saat Terpuruk dan Hidup sedang Tak Baik-baik Saja, Gumamkan 13 Kalimat Menampar Ini, Segera!

Namanya manusia juga hidup, banyak atau sedikit, permasalahan tentu tiba menimpa. Dimulai dari permasalahan kecil (seperti kedapatan kekasih masih stalking bekas), sampai permasalahan besar (seperti bekas paling indah kirim undangan pernikahannya.) Setuju with it jadi langkah yang paling dapat dilaksanakan untuk jaga kita masih waras selaku manusia.

Persetan dengan kalimat motivasi yang konsentrasi ngepuk-puk saja, jika. Dorongan dan kesadaran diri kita masih tidak terketuk benar-benar, pasti kemerosotan akan masih menimpa. Sebab kita sudah setuju jika kita tidak perlu. Seseorang untuk tumbuhkan semangat, coba ucapkan 13 kalimat penyemangat ini ke diri kamu. Menampar dan membuat ingin segera bertindak untuk membenahi kondisi!

Menjelaskan 15 kalimat penyemangat ini dalam diri sendiri sama dengan. Menyemangati diri untuk selalu berusaha walaupun lagi ada di status yang rendah sekali. Kamu tak pernah ditaruh di status paling rendah tidak untuk dapat bangun kembali 🙂

5 Sinyal Nyata Kalau Kamu Perlu Resign Segera. Temukan Pekerjaan Baru yang Buatmu Jadi “Manusia”

Pekerjaan ialah kasus hari esok. Pilihnya pasti tidak dapat dengan ceroboh atau asal-asalan. Sektor apa yang pengin ditelateni atau pekerjaan jenis apa yang pengin ditempuh bagusnya dipikir matang-matang.

Masalahnya waktu terus akan berjalan. Tiap detik yang dilalui pada tempat kerja akan sangat berharga. Apa kita dapat mendapatkan pendapatan yang memenuhi, kemampuan yang oke, atau tempaan pada tempat kerja supaya jadi individu yang lebih bagus kembali?

Nah bila macam rasa di bawah ini yang malah kamu alami, tidak ada alternatif lain. Dibanding bertahan, lebih bagus selekasnya resign dan mendapati pekerjaan baru yang dapat membuat kamu nyaman. Ingat, kamu bukan robot yang dapat 24/7 standby dan konsentrasi pada satu perihal saja 🙂

Memperoleh pekerjaan sebagai dambaan ialah satu prestasi tertentu. Sebelumnya, kamu akan berbangga sebab sudah capai satu status di mana beberapa orang berlomba merebutkanya. Kamu dengan suka hati terima upah dari pekerjaan dambaan yang rupanya cukup banyaknya.

Tetapi sesudah beberapa lama, rasa menyukai pekerjaan itu mulai menghilang tanpa ada alasan yang jelas. Di titik berikut seringkali kamu akan menanyakan dalam diri sendiri: “telah tepatkah saya pilih pekerjaan ini?”. Nah saat kamu mulai menanyakan, di situlah sebenarnya kebimbangan untuk meneruskan pekerjaan tampil. Tidak boleh acuh atau mengabaikannya demikian saja. Sempatkan sesaat waktumu untuk pikirkan apa yang perlu dilaksanakan seterusnya.

Memainkan kegiatan rutin harian yang itu-itu saja dapat membuat kamu malas bekerja. Tetapi sadar atau mungkin tidak, perasaan malas itu sebenarnya tampil karena rasa jemu yang kamu alami awalnya. Apabila pekerjaan yang semestinya dapat membuat kamu semangat malahan memunculkan rasa jemu, apa lagi yang dapat diinginkan?

4 Definisi Keren yang Sering Nggak Disadari. Mungkin Kamu juga Salah Satunya

Waktu scrolling sosial media, upload seperti apakah sich yang tersering kamu komentarin “bagus”? Apa photo rekan yang kerap bolak-balik ke luar negeri? Atau ia yang tingkatan profesinya tinggi di umur yang benar-benar muda? Atau photo teman dekat yang barusan menikah dan sekarang jadi mama dan papah muda?

Beberapa hal di atas memang bagus dan pantas dibanggakan. Sebab di tiap narasi berhasil tentu ada satu perjuangan. Tetapi, jangan sampai berkecil hati waktu kamu tidak dapat seperti mereka. Apalagi, pengertian bagus pasti tidak terbatas pada beberapa hal hanya itu. Banyak hal ini bisa juga jadi pengertian bagus versus Hipwee. Apa kamu diantaranya?

Apa yang lebih bagus dari seorang yang nyaman jadi dirinya? Hidupnya selalu berasa enteng sebab tidak harus memburu tren atau begitu pikirkan apa omongan orang. Kenyamanan dalam diri sendiri menjadi modal kuat untuk tumbuhkan rasa optimis. Aura positifnya juga memancar kuat dan benar-benar orisinal. Beberapa orang beginilah yang kerap kali sembunyi-sembunyi membuat iri. Benar, tidak?

Seluruh orang tentu punyai mimpi. Tetapi, tidak seluruh orang punyai keberanian untuk mengupayakannya. Juga, tidak seluruh orang dapat bangun kembali saat satu ketidakberhasilan menegur. Tidak boleh berasa kecil waktu kamu berkali-kali alami ketidakberhasilan. Karena, ia yang berani ambil langkah awalnya untuk merealisasikan mimpinya ialah sebenar-benarnya orang bagus. Sedang ia yang tidak patah semangatnya waktu tidak berhasil berulang-kali ialah sebenar-benarnya orang yang pantas dikagumi.

Kamu yang semangat dan tidak mudah menyerah ini tentu akan cari langkah untuk dapat merealisasikan apa yang diharapkan. Kamu yang kuat ini yakini jika ada selalu jalan keluar untuk tiap persoalan dan ada selalu jalan seandainya ada tekad untuk berusaha merealisasikan mimpi. Misalkan dengan manfaatkan Credit BRIguna dari BRI, jalan keluar keuangan cepat dan mudah untuk anak milenial dalam mewujudkan apa saja mimpinya.

Renungan untuk Perempuan di Luar Sana, Tentang Usia 20-an dan Berproses Menjadi Dewasa

Selaku wanita dewasa, telah sepantasnya kita meminimalkan ‘ketergantungan’ diri pada figur orangtua. Walau ayah dan ibu ialah figure yang selalu dapat dihandalkan, bukan bermakna kita jadi manja dan berpangku tangan.

Pasti kita pengin mempunyai kehidupan yang optimal, kan? Usaha jadi individu yang berdikari, punyai banyak perolehan dan prestasi, dan jadi dewasa dan “masak” baik secara fisik atau emosi.

Yang jelas, jadi wanita dewasa dan masak di umur 20-an memang tidak gampang. Tetapi, bukan bermakna kita bisa berserah demikian saja. Silahkan mengoreksi diri dimulai dari merenungi beberapa hal simpel di bawah ini.

Saat kamu mulai belajar untuk mengenali siapa diri kamu sesungguhnya dan bagaimana kamu pengin ekspresikan diri kamu di mata dunia, coba dengan share pertimbangan dan hati dengan beberapa orang paling dekat. Beruntunglah kamu bila dikitari beberapa orang yang mendukungmu seutuhnya.

Kemungkinan sebelumnya mereka akan berasa aneh dengan perombakanmu dalam ekspresikan diri, tetapi diakhir hari kamu makin lebih bersyukur atas siapa diri kamu sesungguhnya. Yang jelas jujur jauh lebih bagus dibanding harus kemana saja dengan satu kedok di mukamu yang sesungguhnya mempesona.

Tidak boleh sangsi mengungkapkan apa yang menjadi kemauan atau cita-citamu kelak. Jangan sampai berasa kurang percaya diri jadi seorang wanita, sebab bermacam peluang baik telah menunggumu. Tidak boleh diam dan menanti, tetapi capai apa yang menjadi kemauanmu.

Dikitari beberapa orang yang tidak pernah bersandiwara di hadapanmu dan selalu ingin mengingati kekeliruan bahkan juga memberikan animo prestasimu pasti jadi kebahagiaan tertentu. Entahlah itu keluarga, rekan, atau pasangan misalkan. Mereka yang memberikan dampak positif dalam hidupmu memang pantas dijaga.

error: Content is protected !!