Pernah merasakan ketidakberhasilan ialah hal yang lumrah. Pengalaman tidak berhasil seperti pengingat, begitu keberhasilan itu mahal harga. Berhasil juga tidak akan berapa berarti bila dicapai dengan beberapa cara yang instant dan simpel. Malah pengalaman jatuh bangun ialah yang membuat bernilai.

Waktu nilai ujian tidak sesuai dengan keinginan, saat skripsi belum bisa juga diselesaikan, dan begitu bos di kantor benar-benar menjengkelkan-tegakkan kepala dan jadilah individu yang kuat. Sebab berhasil bukan punya mereka yang tidak berhasil lalu berserah. Berhasil itu punya kalian yang tidak berhasil tetapi ingin coba kembali walau harus berusaha susah payah!

Menjadi prima ialah dogma yang perlu stop kamu yakin. Memicu diri supaya bisa mengakhiri semua beberapa tugas dengan prima malah akan membuat kamu kelelahan. Usaha tampil tanpa cela dan dapat membahagiakan seluruh orang juga tidak kalah meletihkan.

Jika kamu pernah berasa salah pilih jalur kuliah atau gagal memperoleh pekerjaan dambaan, terimalah semua dengan lega. Bagaimana juga, ketidakberhasilan akan tiba sepaket dengan pelajaran-pelajaran bernilai sepanjang kamu dapat terima kegagalanmu dengan arif.

Sesudah satu ketidakberhasilan yang menerpamu, kamu selalu punyai dua opsi. Pilih lama-lama berduka sekalian repot mempersalahkan kondisi, atau terima kegagalanmu sendiri dan usaha mengoreksi diri?

Terkadang, kamu perlu sesaat waktu untuk sendiri dan merenungkan kegagalanmu. Kamu juga bisa membludakkan rasa berduka dan sedih yang mengusik pemikiran dan hatimu. Kemungkinan, share narasi dengan rekan atau keluarga dapat sedikit memudahkan bebanmu. Tetapi, berapakah lama kamu akan “terbenam” dalam kesedihanmu sendiri? Saat peluang yang selanjutnya telah menunggu, optimis diri kamu tidak untuk takut coba kembali.