Sharing atau curah hati ialah hal yang wajar dijalani oleh mereka yang sedang dirundung bingung. Keluhan mengenai cinta atau pekerjaan terkadang perlu untuk disampaikan dengan seorang yang kamu yakin. “Ngapain sich sharing semua? Toh tidak akan mengakhiri permasalahan! Permasalahan itu dituntaskan, tidak untuk dikisahkan~” kata mereka. Walau sebenarnya yang dicari dari meluapkan isi hati ialah bukan mengenai permasalahan bisa teratasi atau mungkin tidak, tetapi mengenai kelegaan hati sesudahnya.

Sekuat apa saja seorang, berat untuknya untuk merendam permasalahan sendirian. Terseok-seok membereskan permasalahan individu yang sebenarnya tidak sanggup dia tuntaskan sendiri. Merendam hati tidak ubahnya simpan bom saat yang kelak akan meledak tidak tersangka. Sebaiknya bila kamu melepaskan gengsi dan rasa malu sesaat dengan meluapkan permasalahan atau keluhanmu pada sahabat yang kamu yakin. Karena beberapa dari kamu yang malas bercerita permasalahan karena hanya takut masalahmu dibeber pada beberapa orang. Coba untuk memikir positif jika tidak seluruh orang punya niat jahat.

Kemungkinan kamu kerap berasa jika sesungguhnya tanpa sharing juga kamu sudah mengetahui jawabnya. Mengenai cara apa yang semestinya kamu mainkan, kamu telah lebih tahu mengenai itu. Terkadang, jalan keluar bukan salah satu yang kamu mencari dari gelaran meluapkan isi hati, ada sesuatu hal yang lebih bernilai dari itu, yaitu kelegaan hati. Bukan jalan keluar, tetapi sebatas bercerita permasalahan yang mengendap dan memberatkanmu sejauh ini.

Sejauh ini kemungkinan kamu berasa begitu pintar hingga berasa jika kamu selalu sanggup mengakhiri masalahmu. Kamu tidak perlu seseorang untuk mengakhirinya. Walau sebenarnya dengan sharing, kamu dapat mendapatkan pemikiran yang lain mengenai masalahmu. Secara tidak langsung membimbingmu untuk mendapati jalan keluar dari masalahmu. Bisa saja, apa yang kamu berpikir mengenai masalahmu sejauh ini salah besar. Kamu tidak pernah tahu, saat sebelum kamu berceritanya. Sharing tidak ubahnya berganti pemikiran.